Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Senin, 27 Desember 2010

Mujizat itu Nyata

Malam Natal ini merupakan Malam Natal terindah buat Alferd dan Sheilla. Alferd dan Sheilla sudah berpacaran selama empat tahun. Di sebuah tempat yang unik dan romantis, mereka merayakan Malam Natal ini ditemani bintang-bintang yang bersinar di langit.
“Aku senang Malam Natal ini bisa bersama kamu lagi…” kata Alfred dengan senyuman menatap Sheilla
“Aku juga senang Malam Natal ini bisa bersama kamu.. Aku berharap tahun depan masih bisa bersama kamu, di tempat ini merayakan Malam Natal..” kata Sheilla dengan penuh harapan.
Namun Alferd terdiam dan ia tidak yakin dengan harapan tahun depan akan bisa bersama dengan Sheilla. Alferd tahu bahwa penyakit yang dideritanya ini membuat angan-angan kekasihnya hancur. Sheilla belum mengetahui tentang penyakit kanker otak yang diderita oleh Alferd. Alferd tidak ingin Sheilla tahu tentang hal ini. Alferd mengetahui bahwa ia mengidap penyakit kanker ini sehari sebelum Malam Natal tiba. Dokter tidak bisa memberikan sesuatu yang pasti, karena penyakit Alferd sudah stadium 4 dan Dokter hanya bilang “Hanya mujizat Tuhan yang dapat merubah ini semua. Saya hanya dapat bantu kamu dengan kemotrapi.”
Sheilla melihat Alferd membisu tanpa kata dan wajah Alferd mulai pucat, lalu Sheilla bertanya, “Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit? Wajahmu terlihat pucat. Apa kita pulang saja?”
Alferd tidak sadar bahwa Sheilla memperhatikannya, lalu Alferd menjawab dengan senyuman manisnya, “Tidak Sayang, kita disini aja ya menghabiskan Malam Natal ini. Aku gak apa-apa kok, aku baik-baik aja.” Kata Alferd meyakinkan Sheilla.
Kemudian Alferd membuat suasana jadi penuh senyuman lagi. Ia tidak ingin menghancurkan suasana Malam Natal ini menjadi sedih, ia ingin Malam Natal ini penuh dengan sukacita karena Sang Juruslamat t’lah lahir ke dunia ini untuk menyelamatkan dunia.
                                                                              ***
Seminggu sekali Alferd harus ke Rumah Sakit untuk kemotrapi, dan Alferd berusaha untuk menghilangkan penyakitnya ini. Alferd yakin bahwa penyakit kanker ini bukan akhir hidupnya, dan ia percaya bahwa Tuhan mendengarkan doanya dan membantunya dalam penyembuhan ini.
Selama sisa hidupnya Alferd hanya ingin membahagiakan Sheilla, karena hanya Sheilla lah yang ia punya saat ini. Papa dan Mama Alferd telah meninggal dunia sewaktu Alferd berumur 15 tahun. Orangtua Alferd meninggal karena kecelakaan mobil dan hanya Alferd yang selamat. Saat kepergian Papa dan Mamanya Alferd mulai hidup mandiri, dan ia menjaga semua harta kekayaan orangtuanya dengan sebaik-baiknya. Alferd juga tidak mau salah pilih wanita untuk pendamping hidupnya nanti. Untuk saat ini yang membuat Alferd semangat hidup hanya Sheilla. Alferd sangat sayang dengan Sheilla begitu juga dengan Sheilla.
Alferd mengajak Sheilla ke sebuah pantai dan disana Alferd diam membisu. Sebenarnya Alferd tidak suka dengan suasana seperti ini, akhirnya ia mengajak Sheilla untuk makan ikan bakar kesukaan Sheilla, dan Sheilla dengan senang hati menerima tawaran Alferd untuk makan ikan bakar.
Selama menunggu ikan bakarnya jadi, Alferd bertanya kepada Sheilla. “Sayang, kalau aku gak ada nanti kamu jangan sedih ya?” Sheilla bingung dengan pertanyaan Alferd. “Apa maksudmu?” Alferd tidak menjawab pertanyaan Sheilla tapi Alferd menjawab dengan hati tenang. “Kamu pokoknya harus kuat sekuat baja hehehhe,” tawa hati Alferd melukiskan kesedihan. Kemudian Sheilla bertanya “Sayang, tolong kamu jujur sama aku. Kamu sebenarnya kenapa? Aku ngerasa kamu gak kayak dulu.” Lalu Alferd menjawab, “Aku tidak apa-apa Sayang. Aku baik-baik saja.” kemudian Alferd merasakan kepalanya sakit sekali. Ia segera mengeluarkan obat dari saku celanannya dan memakan obat itu cepat-cepat. Sheilla hanya memperhatikan kekasihnya itu. Sheilla sangat khawatir, sebenarnya apa yang terjadi dengan Alferd. Alferd sudah sedikit tenang sekarang, dan akhirnya pelayan restoran pun datang, lalu Alferd berterima kasih kepada pelayan itu, kemudian mengajak Sheilla untuk menyantap makanan kesukaan Sheilla itu. “Sayang ayo dimakan ikan bakarnya.” Tapi Sheilla tidak menyentuh ikan bakar itu. Kemudian Alferd bertanya, “Kamu kenapa?” Sheilla langsung cepat menjawab. “Seharusnya aku yang tanya sama kamu, kamu kenapa? Tadi kenapa kepalamu sakit? Lalu itu obat apa? Ferd, tolong kasih tau aku kamu kenapa? Aku ini pacar kamu, apa kamu gak mau berbagi denganku? Kita udah janji Ferd, bahwa kehidupan kita gak boleh ditutup-tutupin, kita harus terbuka. Kamu inget janji itu kan Ferd?” Sheilla mulai menitikkan air mata. Alferd segera menghapus air mata Sheilla dan menjawab, “Aku janji akan cerita, tapi kamu makan dulu ya?” Lalu Sheilla mengikuti apa yang dikatakan Alferd.
Selesai makan, Alferd mengajak Sheilla duduk di pinggir pantai. Keduanya membisu. Akhirnya Sheilla angkat bicara “Sekarang kamu ceritakan semuanya.” Alferd bingung ingin cerita dari mana dulu. Lalu pelan-pelan Alferd pun menjelaskan semuanya, kemudian Sheilla mulai menitikkan air matanya lagi dan memeluk Alferd erat-erat dan berkata “Alferd aku sayang sama kamu. Aku gak mau kamu pergi. Aku masih ingin bersamamu, aku gak mau kamu pergi Ferd.” Alferd sudah mengira bahwa akhirnya pasti seperti ini.
***
Semenjak Sheilla mengetahui penyakit Alferd, ia setia menemani Alferd untuk kemotrapi dan memberikan semangat untuk Alferd. Di saat Alferd down dan tidak yakin untuk sembuh, Sheilla memberikan semangat untuk Alferd. Sheilla percaya bahwa Alferd bisa sembuh, dan kembali menjadi Alferd yang ceria seperti dulu. Saat ini kondisi fisik Alferd melemah dan rambutnya mulai rontok. Dokter menyarankan untuk operasi, namun dokter juga mempunyai dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, setelah operasi Alferd selamat tetapi dia akan amnesia, lalu kemungkinan yang kedua Alferd tidak dapat diselamatkan. Sheilla mendengar pernyataan Dokter tersebut. Lalu Sheilla keruang rawat Alferd, namun ia melihat Alferd sudah tak berdaya di lantai. Sheilla segera minta bantuan suster dan dokter untuk mengatasi ini semua.
Sheilla bingung apa yang harus ia lakukan, langkah apa yang harus ia buat. Apa Sheilla harus meminta dokter untuk mengoperasi Alferd, tapi kemungkinan itu ada dua. Dan Sheilla tidak ingin kehilangan Alferd, Sheilla sangat menyayangi Alferd. Dalam diam Sheilla berdoa kepada Tuhan, Sheilla ceritakan semua kegundahannya, dan Sheilla meminta petunjuk kepada Tuhan, apa yang harus ia lakukan. Dan semoga apa yang Sheilla putuskan ini bisa membuat hal yang terbaik untuk Alferd.
Dokter keluar dari kamar rawat Alferd lalu Dokter berkata, “Sheilla, Alferd harus segera dioperasi, kankernya sudah menyebar ke seluruh syaraf tubuhny. Kalau tidak segera di operasi ia akan lebih menderita lagi. Bagaimana Sheilla?” Sheilla benar-benar bingung.
‘Tuhan, Aku mohon beri aku keputusan yang benar Tuhan. Aku benar-benar bingung, apa yang harus kulakukan. Aku mohon Tuhan, keputusan yang aku ambil ini menjadi keputusan yang baik untuk ke depannya. Tuhan, ijinkan aku untuk tetap bersama Alferd.’ Doa Sheilla dalam hati.
Sheilla menatap Dokter itu dan berkata “Baiklah Dok, silakan operasi Alferd.” Kemudian Dokter tersebut menjawab, “Ok Sheilla, silakan tanda-tangan persetujuan di bawah ini.” Lalu Sheilla menatap lembaran persetujuan itu dengan tangan gemetar memegang bolpoint dan ia kembali menitikkan air mata untuk kesekian kali.
‘Tuhan semoga ini keputusan terbaik untuk Alferd” doa Sheilla dalam hati, kemudian menandatangani persetujuan operasi tersebut.
Malam itu juga Alferd masuk ke ruang operasi dan Sheilla setia menunggu Alferd di luar. Alferd sudah dua jam di dalam ruang operasi dan dokter belum juga keluar dari ruang operasi. Sheilla tidak henti-hentinya berdoa untuk Alferd, ia percaya bahwa Alferd akan sembuh.
                                                                                       ***
Semenjak operasi itu, Alferd tidak sadarkan diri, ia koma sudah lima bulan ini. Malam Natal ini tidak seperti tahun lalu, Sheilla dengan setia duduk di samping tempat tidur Alferd. Sheilla percaya bahwa Tuhan memberikan mujizat pada Malam Natal ini dan bisa bersama-sama merayakan Malam Natal ini kembali bersama Alferd. Sheilla berbicara kepada Alferd. “Sayang, kamu bangun ya? Udah lima bulan kamu di Rumah Sakit ini. Kamu gak bosen tiduran terus kayak gini? Kamu bilang aku Kebo, tapi kamu sendiri yang kebo, tidurnya lama banget.” Sheilla kembali menitikkan air matanya. Alferd terbaring lemah di tempat tidur itu dan ditemani oleh alat-alat kesembuhannya. Kemudian Sheilla kembali memberikan semangat kepada Alferd. “Alferd kamu harus kuat, kamu gak boleh nyerah. Aku yakin kamu kembali lagi di sini untuk nemenin aku. Sayang, malam ini adalah Malam Natal. Aku yakin kamu kembali dan bilang ‘Selamat Natal Sayang.’ Ayo Ferd bilang itu. Aku kangen kamu, kamu harus kuat dan gak boleh nyerah. Aku selalu disini nemenin kamu. Tapi kamu gak boleh nyerah sama semua ini.” Sheilla benar-benar terpukul dengan semua kenyataan ini. Waktu sudah menunjukan pukul 00.00 tapi Alferd belum sadar. Sheilla membisikkan sesuatu di telinga Alferd. “Sayang Selamat Natal ya.. I LOVE YOU.. Cepet bangun. Aku sayang kamu banget.” lalu mencium kening Alferd. Alferd mengeluarkan air mata ketika Sheilla mencium kening Alferd. Dan Sheilla menghapus air mata itu, lalu berkata “Alferd kenapa kamu nangis?” tidak ada jawaban dari Alferd, Alferd masih tertidur dengan tenang.
Suara alat denyut nadi Alferd berhenti. Sheilla panik dan memangil Dokter. Sheilla menangis, dia belum siap untuk ditinggal Alferd untuk selama-lamanya. Hanya Alferd lah yang mengerti Sheilla, walaupun Sheilla masih mempunyai orangtua tapi mereka telah bercerai. Sheilla hanya berdoa dalam hati, ‘Tuhan, aku mohon kembalikan Alferd. Jangan ambil Alferd. Aku sayang Alferd”
Kemudian Dokter keluar dari ruangan Alferd dengan wajah penuh dengan kekecewaan dan sedih. Sheilla sudah bisa menangkap apa yang akan diucapkan oleh Dokter. Dokter itu angkat bicara. “Sheilla maafkan saya, saya tidak bisa menyelamatkan Alferd. Maafkan saya Sheilla” kata Dokter itu dengan kecewa lalu meninggalkan Sheilla. Sheilla segera masuk ke ruang Alferd. Suster sudah mau menutupi wajah Alferd dengan kain tapi dihentikan oleh Sheilla “STOP SUSTER!!!!! ALFERD BELUM MENINGGAL!!! ALFERD MASIH HIDUP!!!” kemudian suster mundur dan membiarkan Sheilla mendekat ke Alferd. Semua alat-alat yang dipakai Alferd setelah operasi sudah dilepaskan. Alferd terlihat pucat dan tersenyum dalam tidur panjangnya. Sheilla menangis dan tidak percaya akan ini semua. Sheilla sangat menyesal telah mengambil keputusan ini.
                                                                                      ***
Alferd melihat seluruhnya indah, dan ia melihat kedua orangtuanya tersenyum. Alferd ingin ikut dengan Mama dan Papanya namun Mama nya menolak Alferd untuk ikut bersama mereka. Mamanya berkata “Alferd anakku sayang, belum waktunya kamu ikut Mama dan Papa. Lihatlah ada seseorang yang setia menunggumu setiap hari bahkan saat ini dia percaya kamu akan kembali lagi bersama dia. Kekasihmu menunggumu, jangan biarkan harapannya pudar Alferd. Mama disini masih ada Papa, Mama yakin kekasihmu sayang dengan kamu. Kembalilah kepada dirinya dan sayangilah dia selalu.” Kemudian Mama dan Papa pergi dengan senyuman.
Alat Jantung Alferd kembali berbunyi dan Sheilla kaget, alat itu kembali berjalan dengan normal. Sheilla memanggil dokter dan dokter membantu penanganan ini. Dokter tersenyum dan berkata “Puji Tuhan ini semua Mujizat Tuhan. Natal ini penuh dengan mujizat. Tuhan mendengar jawabanmu Sheilla.” Sheilla tersenyum senang dan bersyukur kepada Tuhan. “Tuhan aku bersyukur karena Engkau mendengarkan doaku. Terimakasih Tuhan.”
Alferd mulai membuka matanya dan berkata, “Sheilla kekasihku, aku sayang kamu. Selamat Natal Sayang ” Sheilla memeluk Alferd dan mengucapkan “Selamat Natal juga Sayang, terimakasih kamu mau kembali untuk nemani aku lagi.”
Natal Tahun ini penuh dengan mujizat. Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Tuhan tidak pernah tidur, Ia mendengarkan setiap doa permohonan anaknya. Alferd sudah sadar dan ia tidak amnesia. Alferd hanya lupa sebagian kenangan manis bersama Sheilla, tapi hal itu bukan suatu masalah bagi Sheilla. Sheilla akan setia membantu Alferd untuk mengingat semua kenangan masa lalunya dan semua tentang keluarga Alferd dan Sheilla.
                                                                         ***
Alferd dan Sheilla akhirnya menjadi pasangan sejati, mereka menjalani pemberkatan pernikahan. Alferd dan Sheilla sangat senang karena ini adalah akhir yang membahagiakan untuk mereka. Alferd bangga mempunyai seorang Sheilla yang selalu setia menjaga Alferd ketika ia jatuh sakit dan selama ia koma pun Sheilla setia menjaganya. Sheilla bangga mempunyai Alferd karena Alferd tidak mudah menyerah, ia berjuang melawan masa-masa kritisnya dan kembali lagi untuk Sheilla. Akhirnya Alferd dan Sheilla hidup bahagia.


-Regina Krisna Santi- 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer