Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Kamis, 31 Maret 2011

Pra Kelahiran, Kelahiran dan Pasca Kelahiran

Dua minggu yang lalu aku mendapatkan tugas psikologi perkembangan dari ibu peri, tugasnya yaitu mewawancarai seorang mama mengenai perkembangan pra kelahiran, kelahiran, dan pasca kelahiran ku saat dikandung oleh mama. Hal yang unik untukku, dan karena tugas ini aku menjadi tahu bagaimana perkembangan aku dahulu.

berikut hasil wawancaraku dengan mama...
hasil wawancara ini sudah aku bentuk dalam sebuah narasi jadi mohon maaf kalau kalian merasa bosan dengan tulisanku ini, tapi semoga saja tidak dan selamat membaca :)

Perkembangan Prakelahiran

Saya anak ke 5 dari 5 bersaudara. Saat usia ke 38 tahun mama mengandung saya, awal mulanya mama mengikuti KB selama 9 tahun namun setelah itu mama merasa bahwa dirinya tidak akan memiliki anak lagi, lalu mama berhenti mengikuti KB karena menurut mama jarak usia anak mama yang ke empat yaitu 9 tahun jadi mama mempunyai pikiran tidak akan memiliki anak lagi dan sudah cukup memiliki anak ke empat. Mama mengikuti ziarah ke Gua Maria Rangkas Bitung selama mengikuti ziarah ini mama merasakan biasa saja, keadaan mama juga sehat-sehat saja, tetapi ketika sampai rumah mama mengalami mual-mual, bapak saya mempunyai pikiran bahwa mama saya mual-mual seperti ini hanya sakit biasa saja atau biasa disebut masuk angin saja, tetapi mama mual-mual selama seminggu lamanya kemudian bapak membawa mama ke rumah sakit, lalu setelah itu diperiksa oleh dokter. Dokter mengatakan bahwa mama sedang mengandung seorang anak yaitu saya. Ada perasaan kaget dan senang dengan pemberitahuan dari Dokter tersebut. Sampai dirumah dan seperti biasa mama melakukan pekerjaan rumah dan berjualan sebagai ibu kantin di sekolah. Selama mengandung saya, mama berjualan sebagai ibu kantin karena pekerjaan mama memang sebagai ibu kantin dan ibu rumah tangga. Selama mama mengandung aku, kondisi fisik mama tidak baik, mama sering kali sakit tetapi ketika mama sakit pekerjaan sebagai ibu kantin di hentikan, namun ketika mama sudah sembuh lalu mama berjualan lagi, karena dahulu kehidupan keluargaku sangat sederhana jadi mau tidak mau mama dan bapak bekerja. Ketika mama mengandung aku, mama selalu mual-mual terus dan tidak mau makan nasi sampai usia kandungan 3 ½ bulan. Mama juga takut dengan matahari dan air, jadi mama kalau keluar rumah saat senja tiba dan mama hanya di bilas saja badannya tidak pernah mandi selama 3 ½ bulan. Mama suka dengan indomie yang lodrok (mateng sekali) dan menggunakan sambel yang sangat pedas sekali tapi setelah memakan indomie itu mama muntah-muntah, jadi apapun yang mama makan selalu di keluarkan. Mama baru suka makan nasi, berani melihat matahari, dan tidak takut air pada usia kandungan 5 bulan ke atas. Mama suka sekali dengan sirup melon, mangga gadung yang mateng dan manis sekali. Saat itu mangga gedung dan sirup melon susah sekali di carinya namun mama dan bapak bersyukur ada orang yang baik menyarikan mangga dan sirup melon tersebut, tetapi setelah ada buah mangga mama hanya memakan satu buah mangga saja. Selama usia kandungan mama selalu muntah-muntah baru berhenti ketika usia kandungan menginjak bulan ke 5. Mama selalu mengecheck kandungannya ke USG pada usia kandungan ke 5 bulan mama sudah mengetahui anaknya berjenis kelamin perempuan. Dokter mengatakan bahwa keadaan saya dalam kandungan mama baik-baik saja dan tidak sungsang. Mama selalu menjaga pola perkembangan aku walapun mama suka mual-mual. Saat mama mengandung saya, mama selalu sabar dan tetap menjaga emosinya, jadi mama tidak pernah marah-marah saat mengandung saya. Mama tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau merokok, karena mama mengetahui bahwa hal itu tidak baik untuk di lakukan dan untuk perkembagan si anak. Kondisi fisik mama saat mengandung saya baik-baik saja, hanya mual-mual saja, mama selalu mementingan gizi saya dengan cara memakan buah-buahan dan sayur-sayuran, mama saja tidak menyukai susu karena susu akan membuat mama semakin mual-mual. Jadi mama memberikan gizi untuk saya dengan cara mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Keadaan dan ketengangan emosional mama selalu stabil dan mama selalu berdoa agar selalu di lindungi, kesehatan saya selalu baik-baik saja di dalam kandungan. Saat mama mengandung saya, lingkungan dirumah saya tidak berdekatan dengan pabrik namun berdekatan dengan sekolahan karena saya dan keluarga tinggal di rumah dinas yaitu dekat dengan sekolahan. Mama tidak pernah memakan bahan pengawet karena dulu tidak ada bahan pengawet beda dengan sekarang ini yang semua makanan selalu ada bahan pengawetnya. 

Kelahiran
Saat usia kandungan mama memginjak usia ke 9 bulan 1 minggu mama merasakan mulas-mulas dan sakit perutnya lalu mama dibawa ke rumah sakit untuk di check kandungannya. Mama menginjak depan mobil karena menahan sakit yang luar biasa, keringat dingin keluar. Sampai di rumah sakit mama langsung di check oleh dokter, ternyata sudah ada pembukaan 5, mama kemudian jalan-jalan karena mama tidak betah kalau disuruh duduk dan menunggu. Lalu mama merasakan mulas-mulas lagi, segera mama di bawa ke ruang bersalin. Selama proses kelahiran saya, bapak selalu ada disamping mama dan selalu setia menunggu mama. Saya di lahirkan secara normal tidak cesar, dan proses kelahirannya juga cepat dateng ke rumah sakit pukul 08.30 tetapi saya lahir pada pukul 09.00 sudah lahir dan semuanya selesai pada pukul 10.00 pada tanggal 22 september 1992 dengan berat 3,3 kg dan tinggi 49 cm. Saya langsung dapat meilhat hanya beberapa hari setelah kelahiran aku dapat melihat dan tersenyum. Saya lahir normal dan tidak ada kekurangan sedikitpun dalam fisik saya. Saya mempunyai rambut yang sangat tebal. Setelah proses kelahiran selesai, lalu Bapak saya pamitan kepada mama untuk kembali mengajar dan mama mengijinkan karena mama sudah baik-baik saja. Selama pra kelahiran dan kelahiran bapak selalu setia menemani mama ke USG untuk mengcheck kandungan mama. Saat proses kelahiran saya selesai lalu bidan menyampaikan pesan kepada mama bahwa keadaan fisikku baik-baik saja lalu saya di taruh di box bayi bersama dengan teman-teman bayi yang lainnya. Mama hanya mencium saya dengan tulus dan penuh dengan kasih sayang. Mama baru mengendongku saat 2 hari setelah kelahiran, saat itu mama minta ijin kepada bidan dan dokter untuk pulang kerumah karena mama harus mengurusi anak-anak yang lain, mama dirumah tidak mempunyai pembantu jadi kasihan anak-anak yang lain.


 Pasca Kelahiran
Akhirnya bidan dan dokter mengijinkan mama untuk pulang dan membawa saya pulang ke rumah. Namun seminggu mama mengalami sakit lagi, suhu tubuh mama panas akhirnya mama tidak dapat memberikan saya ASI, dokter dan bidan melarang mama untuk memberikan ASI untuk saya karena takutnya saya akan tertular, oleh sebab itu mama memberikan pengganti ASI menjadi susu Laktogen. Setelah mama sembuh, saya ingin diberikan ASI namun saya menolaknya akhirnya saya hanya mengkonsumsi susu laktogen, karena susu laktogen mahal sekali jadi bapak menggantikan susu SGM namun saya buang-buang air jadi saya kembali meminum susu Laktogen saja. Pada usia ke 4 tahun susu saya ganti menjadi susu bendera cokelat. Saya berhenti minum susu pada usia 6 tahun saat itu lagi ada masa kerusuhan dan perekonomian yang mulai menaik, sejak saat itulah saya berhenti minum susu. Bapak selalu tanggap akan kebutuhan anaknya dan selalu siap sedia kalau sedang dibutuhkan, dan bapak tidak pernah mengeluh sedikitpun. Proses komunikasi mama dan saya sangat baik, mama mulai selalu mengajak saya berbicara dan mengajak saya bermain begitu juga dengan kakak-kakak saya yang selalu mengajak saya berbicara dan bermain. Mama mengetahui apa isyarat yang aku berikan kepada mama, setiap saya ingin sesuatu dan mama mengerti apa yang saya isyaratkan. Contohnya saya ingin minum  “mu mu mu mu” lalu mama mulai menangkap apa yang aku butuhkan dan mama bertanya “minum?” saya selalu meganggukan kepala saya bahwa apa yang saya inginkan itu benar. Pada usia ke 5 bulan saya sudah dapat merangkat dengan cepat dan pada usia ke 9 bulan saya sudah dapat berjalan dengan cepat, namun ketika berbicara pada usia setahun saya baru bisa berbicara dengan lancar. Pertumbuhan saya lebih cepat ke jalan dari pada mengucapkan kata-kata dengan lancar. Saat saya ingin buang air besar, saya selalu memberikan kode menangis, saya hanya menangis kalau saya ingin buang air besar. Dan selama saya bayi tidak pernah rewel, bahkan di ajak mama saya kembali berjualan saya selalu mengerti bahwa mama saya sedang jualan dan saya tidak boleh menangis. Saya selalu disiapkan susu dan kalau saya haus saya minum susu itu dan setelah saya selesai minum susu, botol saya buang dan mama mengetahui bahwa saya sudah selesai minum susu lalu saya tertidur pulas kalau sudah minum susu. Saya usia saya 4 tahun kaki saya panjang sebelah, lalu saya di bawa ke dokter namun dokter mengatakan bahwa ini tidak apa-apa, kemudian bapak selalu mendoakan saya agar kaki saya kembali normal dan panjang kaki saya sama dengan kaki saya sebelah kiri. Bapak tidak pernah berenti untuk mendoakan saya, dan akhirnya Tuhan mengabulkan doa bapak saya, kedua kaki saya kembali normal lagi. Saya selalu dibelikan bobo untuk belajar membaca karena saat umur saya 5 tahun saya belum bisa membaca dengan lancar, bahkan kakak-kakak saya dengan sabar mengajari saya untuk belajar membaca. Pada usia ke 6 tahun saya baru dapat membaca dengan lancar. Saya selalu dikenal sebagai anak yang mengerti keadaan lingkungan dirumah dan kondisi keluarga. Kelemahan sifat yang sama dengan mama saya yaitu cerewet, judes, dan suka menjaili orang. Sedangkan kebaikan sifat yang sama dengan mama yaitu selalu mengerti keadaan orangtua, lebih sayang ke orangtua dan keluarga, jujur, dan penurut. Sementara fisik yang sama dengan mama saya itu thidung tidak mancung, mudah terbawa situasi, selalu manja dengan bapak, dan lemah dalam menghitung. Kelebihan dalam fisik yaitu kuat, tegar, selalu tersenyum namu hatinya suka sakit, dan membuat orang merasa nyaman berada disampingnya. Tetapi kalau secara fisik saya lebih mirip dengan bapak saya dari wajah, postur tubuh, dan telinga.

Ini semua adalah proses pra kelahiran, kelahiran dan Pasca kelahiran mama saya selama mengandung saya.



"Mama terima kasih atas perjuanganmu yang selalu menjaga dan merawat aku selama aku di dalam perut mama dan sampai saat ini. Terima kasih atas kasih sayangmu yang begitu tulus selama ini. Maafkan aku selalu mengecewakanmu dan belum bisa menjadi yang terbaik untuk mama tetapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi mama, semua ini aku lakukan hanya untukmu mama karena aku sangat menyayangimu"





I LOVE YOU MOM :*

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer