Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Kamis, 21 April 2011

Refleksi Psikologi Perkembangan

Dalam penugasan ini saya merasakan sesuatu tantangan baru lagi untuk melakukan wawancara dan observasi. Mungkin untuk tugas wawancara dan observasi sudah pernah saya lakukan saat saya duduk di bangku kelas 3 SMA dan tugasnya sama yaitu membuat makalah. Tetapi tantangan ini berbeda dengan SMA dulu, karena tantangan ini membuat makalah dalam waktu 3 minggu. Kami satu kelompok harus mengatur waktu untuk mengadakan kumpul bersama membicarakan sub tema yang kami ambil, dan mengatur waktu untuk wawancara serta observasi si subjek karena kelas kami ada yang berbeda dan sama. Kami juga memikirkan bagaimana langkah yang baik agar tugas ini selesai dengan tepat waktu, karena kami mengambil 3 subjek yaitu dari anak SD kelas 3, 4, dan 5. Oleh sebab itu dari satu kelompok yang isinya 8 orang di bagi menjadi 3 kelompok kecil. Saya (Regina), Yudi, dan Indah menjadi satu kelompok kecil memengang anak kelas 4 SD. Mega, Suster Marchell, dan Monica menjadi satu kelompok kecil memegang anak kelas 3 SD. Kiki dan Vinda menjadi satu kelompok kecil memegang kelas 5 SD. Kemudian setelah kami menyelasikan tugas kelompok kecil kami, lalu kami memberikan data-data yang kami dapatkan kepada Ketua yaitu Mega. Dan akhirnya dengan semangat dan dukungan yang diberikan oleh Mega. Kami dapat menyelesaikan tugas ini walaupun dapat waktu seminggu lagi kami hanya memerlukan waktu 3 minggu lebih 3 hari yaitu hari jumat tanggal 22 April 2011 kami telah menyelesaikan tugas makalah ini. Ada beberapa kendala yang membuat kami melewati batas 3 hari ini karena ada beberapa sekolah yang meminta surat dari Penelitian yang Sah dan tanda-tangan dari Dekan. Kendala itu ada di kelompok kecil Mega dan Kiki, untung saja dari sekolahan yang saya lakukan penelitian tidak meminta hal yang macam-macam untuk melakukan observasi. Tetapi saya tetap memberikan semangat bagi teman-teman saya. Semua itu sudah terlewati dan penugasan penelitian ini dapat kami selesaikan. Dari tema yang kami ambil yaitu tentang SAHABAT. Saya meraskan sesuatu yang tidak asing lagi untuk di dengarkan karena setiap orang memiliki sahabat yang dia percayainya. Saya mengerti bahwa menurut pandangan anak seusia masa pertengahan dan akhir anak-anak sangat berbeda dengan pandangan orang dewasa akan arti sahabat atau persahabatan. Ada anak yang mengatakan bahwa sahabat itu teman akrab, atau teman bermainnya dan ada juga yang mengatakan bahwa sahabat itu adalah orang yang dapat di percaya, di ajak bercerita, menjaga rahasia, dan ada dalam suka maupun duka. Tetapi menurut subjek yang kami teliti yaitu Vinka, dia mengatakan bahwa sahabat adalah orang yang peduli dengannya, dapat diajak bermain, ada disaat suka maupun duka, dan bisa menjaga rahasia atau tidak “ember”. Sahabat bisa pria dengan pria, wanita dengan wanita, dan pria dengan wanita, bagaimana kita merasa nyaman bersahabat dengan mereka. Menurut subjek yang saya teliti dia lebih memilih untuk mempunyai seorang sahabat Pria karena Pria itu tidak seperti Wanita yang selalu menceritakan apa yang dia ceritakan kepada teman-teman lainnya atau dengan kata lain Wanita “ember”. Menurut pandangan saya kalau si subjek ini merasa mendapatkan keamanan dan nyaman dengan semuanya ini, tidak ada salahnya untuk memilih Pria menjadi Sahabatnya. Semua orang mempunyai pilihan dan mungkin saja itu pilihan yang terbaik untuk dia.
Setelah melakukan wawancara dan penelitian saya dapat menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan seorang sahabat untuk ada setiap saat suka maupun duka. Dan menjaga kepercayaan diri manusia. Berkat adanya sahabat manusia akan mencoba lebih terbuka dalam bercerita dan tidak memendamnya sendiri. Karena apabila kita memendam suatu masalah maka hal yang akan timbul perasaan luka batin dan berakibat stress. Hal ini sangat disayangkan apabila memiliki sahabat tetapi tidak ingin berbagi dengannya. Berbagilah dengan sahabat-sahabatmu karena semua yang ada di dalam pikiran dan hatimu akan menjadi sangat ringan apabila kita saling berbagi cerita kepada sahabat. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan psikologis mereka.
Semua penugasan pembuatan makalah ini menjadi sangat berarti sekali untuk saya karena saya bisa mengetahui bahwa persepsi tentang sahabat menurut pandangan anak-anak dan dewasa jelas berbeda tetapi intinya tetap sama.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer