Sekian lama gue gak ngeposting, akhirnya hari ini gue sempetin untuk ngeposting sesuatu hal yang menurut gue ini sebuah perjuangan.
Yap sesuai dengan judul "Task is killing me". Ini bukan sekedar judul biasa, tapi didalamnya mempunyai makna. Hehehe...
Jadi, gue itu dapet tugas akhir X , tugas ini sifatnya kelomok. Setelah melakukan kerja kelompok dan bertemu beberapa pertemuan akhirnya selesai. H-2 pengumpulan tugas gue bertanya-tanya dalam hati "Kok temen-temen gue pada rempong amat ya kerjain tugas X, sampe lembur gitu." Setelah H-1 malam harinya gue terima sms dari temen sekelompok, katanya jam 7 pagi harus udah di kosannya untuk ngerjain tugas X karena ada beberapa yang belum kita kerjain. Okay buat gue gak masalah ini demi tugas kok, tidur malem dan bangun pagi itu wajar untuk mahasiswa. Nah, setelah gue sampe ke kosan temen gue, dia bilang "Re, kita belum buat interpretasi dan kodingnya.". Gue shock. Okay gak tau harus kerjain gimana caranya, sementara gue gak ada laptop karena rusak. Gue langsung liat jam 7.10, well temen-temen belum pada dateng. Setelah jam 7.30 temen-temen dateng. Gue masih diem aja, dan masih bertanya-tanya dalam hati "apakah cukup dalam waktu satu jam untuk ngerjain tugas ini?". Tanpa babibu, akhirnya temen gue nyariin laptop. Puji Tuhan, gue langsung ngerjain tugas ini dengan penuh ketelitian dan fokus.
Detik demi detik terus berputar, dan akhirnya jam menunjukkan pukul 9.00, kali ini gue cuma bisa diem aja. Kita sepakat untuk ada yang masuk kelas dan ada yang rela untuk gak masuk kelas untuk ikut kuliah mata kuliah ini. So, gue, tirza, dan nael akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal mengerjakan tugas ini sampai selesai. Sementara vivin, esri, dan ella pergi ninggalin kami untuk masuk kuliah karena kita harus dapet informasi untuk melakukan tugas selanjutnya.
Tugas ini selesai jam 10.20, gue sama nael naek motor untuk print dan jilid. Dalam perjalanan menuju tempat print, gue dibonceng nael, demi apapun nael ngebut bawanya, Puji Tuhan selamet. Saat mau bayar, gue lupa gak bawa dompet karena dompet ada di tas. Puji Tuhan lagi, nael bawa tas dan tentu ada dompet. Setelah itu gue sama nael langsung ke kampus untuk kumpul laporan.
Sampai kampus, gue langsung turun dari motor dan menuju ke meeting room. Niatnya naik lift supaya cepet karena meeting room di lantai 3, tapi apa daya lift itu lama bangeeeeeeeet....... Dalam hati gue berpikir dan bertanya-tanya"Kalo gue nunggu lift ini, si dosen keburu keluar kelas dan kita gak boleh kumpul tugas ini. Terus kerjaan kita sia-sia dong." Setelah itu gue langsung lari ke lantai 3. Sampai di tangga terakhir lantai 3, gue ketemu ella dan wajah ella udah panik, sementara gue lemes dan capek. Saat gue nyerahin tugas itu ke ella gue cuma bilang "Ini ella, udah ya." gue langsung turun ninggalin ella. Saat gue menuruni anak tangga, gue cuma berdoa semoga ibu dosen menerima tugas kami. Selang beberapa menit setelah gue duduk di hall dan menemui tirza dan nael, ella, esri, dan vivin dateng dan memberikan jawaban atas tugas yang kami buat selama kurang lebih 3 jam di detik terakhir.
Puji Tuhan di terima tugas yang kami buat bersama, penuh dengan perjuangan :D
*Tugas banyak memang 'membunuhmu' secara perlahan, namun dibalik tugas yang banyak itu ada beberapa yang membuat seru dalam mengerjakannya dan perjuangan yang membuat terharu, tetap semangat dalam mengerjakan tugas-tugasmu. Segala sesuatu pasti akan indah pada waktunya asalkan kita percaya pada Tuhan. :')
Seorang lulusan Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan bekerja menjadi seorang Guru di salah satu lembaga pendidikan swasta. Saat ini sedang melanjutkan studi Master Pendidikan di Universitas Pelita Harapan, Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar