Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Rabu, 20 Agustus 2014

Surat untuk Tuhan

Dear Tuhan,

Tuhan sudah siapkah mendengarkan semua keluh kesahku? Semoga Tuhan tidak pernah bosan ya.

Tuhan, sungguh ajaib sebuah sekenario yang Engkau berikan untukku. Sekenario yang sangat indah. Aku bersyukur karena pada hari itu aku dipertemukan oleh sosok laki-laki yang tlah membuat hari-hariku kembali berwarna. Hari-hariku yang semula hanya berwarna abu-abu kini menjadi penuh warna. Aku selalu tersenyum setiap kali mengingat kejadian pertama kali, Engkau mempertemukan aku dengannya. Tak dapat dipungkiri, kejadian itu sangat langka. Seperti cerita dalam film, namun semua yang terjadi adalah kenyataan.

Tuhan, aku bahagia setiap kali dia memberikan senyuman saat menghampiriku.
Tuhan, aku bahagia setiap kali dia memberikan tindakan yang membuatku itu salah satu hal romantis.
Tuhan, aku bahagia setiap kli menatap mata dan senyumannya, dia memberikan cahaya kehidupan.
Tuhan, aku bahagia setiap kali bertemu dengannya, tak ada luka yang aku rasakan.
Tuhan, aku bahagia setiap kali dia mendengarkan ceritaku tanpa melakukan aktivitas lain.
Tuhan ketahuilah aku selalu bahagia saat bersamanya.

Tuhan, mengapa kebahagiaan yang aku dapatkan hanya sementara?
Sementara, saat ini yang aku rasakan hanyalah kepedihan. 
Hati ini terasa pedih ketika harus melihatnya pergi. Walaupun banyak teman mengatakan "Kamu terlalu berlebihan dengan persaanmu." Ya, mungkin aku terlalu berlebihan, but its my feeling. Apa itu semua salah? Apa salah tentang perasaan yang sedang aku rasakan, kawan?

Seorang sahabat mengirimkan sebuah pesan :

"Allah mempertemukan untuk satu alasan.
Entah untuk belajar atau mengajarkan. 
Entah untuk sesaat atau selamanya.
Entah akan menjadi bagian terpenting atau sekedarnya.
..........................................."

Pesan ini justru membuat hatiku menjadi teduh.

Aku tidak paham maksud sekenario yang semula indah menjadi pedih, dan aku tidak paham sekenario apa yang akan terjadi setelah perpisahan ini. Aku tidak paham akan seperti apa ending dari perjalanan hidupku. 

Setelah perpisahan ini, yang aku rasakan adalah rindu.
Rindu akan sebuah sapaan senyumannya setiap kali dia menghampiriku.
Rindu akan canda dan tawanya setiap kali menghiasi hari-hariku.
Rindu akan kenangan setiap tempat yang kami kunjungi saat bersama.
Rindu akan semua tindakannya yang membuat diriku merasa berarti dimatanya.
Semua kata rindu itu bergejolak dalam hati.
Semua kata rindu semakin membuatku tak berdaya. 
Entah sampai kapan rasa rindu ini mulai jenuh dan keluar dari relung hatiku. 

Tuhan, terimakasih tlah mendengarkan keluh-kesahku. Ada satu doaku untuknya, semoga disana dia sukses menitih karir dan tetap selalu menjaga kondisi kesehatannya. :) 


-20 Agustus 2014-



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer