Cinta tidak harus memiliki, bukan begitu?
"Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Mau gak kamu jadi pacarku?" begitu sih katanya. Ya, hari ini ada seorang cowok mengatakan hal itu padaku. Lalu apa aku harus menjawab dengan kata-kata "Iya" hanya untuk membuatnya bahagia, tapi pada kenyataannya aku tidak menyayanginya. Itu buruk, sangat buruk, dan dosa. Atau mengatakan "Tidak" yang akan berakibat fatal. Mungkin, dia akan menjauh, menghilang ke planet lain, atau berdoa yang tidak baik untukku. Ya, itu sebagian besar pikiran negatifku sih. Semoga saja tidak.
Akhirnya aku mengatakan "Tidak". Aku tidak peduli dengan pikiran negatif yang ada dalam pikiranku, itukan hanya pikiran negatif, bisa diubah dengan pikiran positif, lagipula terserah dia ingin melakukan sesuatu apapun terhadapku. Yang jelas, aku percaya dengan kuasa Tuhan.
Ya, hal ini mengingatkanku beberapa tahun lalu.
Saat semasa SMP, ada seorang cowok yang menyatakan perasaannya padaku tapi akhirnya aku menolak. Karena apa? Karena aku belum mengerti apa itu pacaran dan jatuh cinta. Kenangan itu, justru membuat aku merasa kehilangan sosok cowok yang sangat mengerti keadaanku, dan sangat merindukannya. Ya, ini disebut dengan penyesalan. Bertahun-tahun aku menyesal pernah menolaknya, dan bertahun-tahun aku merindukannya. Sampai detik ini pun aku belum bertemu dengannya, jika Tuhan mengijinkan aku bertemu dengan dia, aku ingin meminta maaf padanya dan ingin menjadi teman terbaik untuknya.
Lalu, saat aku mulai kuliah, ada seorang cowok menyatakan perasaannya padaku disaat aku ulangtahun. Dia datang ke rumah dan meminta aku menjadi kekasihnya. Saat ini aku mulai tahu apa itu jatuh cinta, rasa sayang, dan rasa cinta untuk lawan jenis. Sesuai dengan pengetahuan yang aku ketahui dari pengalaman teman-teman. Aku pun menolaknya, ada alasan saat aku menolaknya, dia bukan cowok yang baik untukku. Kenapa? Dia kasar. Dia ingin dikabari setiap saat. Dia selalu memarahi aku. Dia posesif. Itu baru pendekatan, bagaimana kalau aku jadi kekasihnya? Apa jadinya aku nanti? Gak! Gak bisa! Aku paling tidak suka ada yang mengatur hidupku. Ini hidupku, orangtua aku saja tidak pernah menentukan aku ingin apa, karena orangtua percaya bahwa segala kegiatanku pasti benar. Makanya, aku tidak ingin mengkhianati kepercayaan yang sudah orangtua berikan untukku.
Nah, apakah cowok seperti itu pantas untuk menjadi pasangan hidupku nantinya? Aku rasa, kamu pun tahu jawabannya, tanpa aku menjelaskan semuanya. :)
Kali ini, aku menolak pun karena satu alasan. Aku tidak menyayanginya, atau bahkan mencintainya sekalipun, sama sekali tidak. Karena hati ini sudah milik orang lain, orang yang lebih dulu singgah di hati ini. "Tapi kamu kan belum pacaran sama cowok yang kamu sayangin ini." begitu kata salah satu teman saat aku menceritakan ini padanya. "Lalu, aku harus membohongi diriku untuk kesekian kali? Aku gak mau!" ya, itu jawabanku.
Cinta memang tidak harus memiliki, untuk dia yang baru saja.....mungkin sakit hati, dan untuk diriku yang masih menanti dirinya.
Aku selalu ingat kata-kata itu, dan disini aku tetap menunggu orang yang senantiasa pantas aku tunggu, ya, itu sih menurutku, walaupun aku tidak tahu bagaimana ending ceritanya........
Semuanya hanya Tuhan yang punya buku akhir perjalanan hidup kita. :))


07.27
reginacintem

0 komentar:
Posting Komentar