Tak bisakah kau menahan kata yang ingin kau ucapkan?
"Dia lebih pintar dari kamu!"
Kau tahu, kata-kata itu menyakitkan.
Kau tahu, berapa lama aku harus belajar untuk bersyukur dengan kemampuan yang ku miliki?!
Jelas, tak sehari, sebulan, setahun!
Butuh banyak waktu untuk belajar bersyukur dengan apa yang aku miliki.
Bukankah kau sendiri yang mengajarkanku untuk "selalu bersyukur"?
Kali ini, kau menghancurkan segala usahaku dalam belajar membangun rasa syukur.
Kau tahu kata-katamu, bagaikan pisau yang menusuk hatiku. Tawamu yang merendahkan kemampuanku, membuatku harus mengeluarkan air mata. Bukan, ini bukan tangis haru yang setiap kali kau ucapkan untuk "selalu bersyukur" tapi tangis ini adalah luka. Luka yang kau buat dan menghancurkan segala usahaku.
Lagi-lagi aku terluka karena perkataanmu.
Maaf karna aku tidak seperti apa yang kau inginkan.
Terima kasih atas luka yang kau tanamkan.
Lukanya terlalu menyakitkan.
Minggu, 21 Desember 2014
Luka
08.30
reginacintem



0 komentar:
Posting Komentar