Kamu datang mengetuk
pintu rumahku.
Aku mendengar ketukan
pintu itu. Aku tidak mengijinkanmu masuk.
Alasanku hanya satu “masih banyak kotoran yang belum aku bersihkan”.
Kamu menjawab “Bersihkan
saja dulu, aku akan menunggu di depan pintu rumahmu, sampai aku diperbolehkan memasuki
rumahmu.”
“Kamu terlalu nekat.
Ini tak semudah kotoran biasa, kotorannya sudah melebihi kotoran di penampungan
sampah sementara. Aku butuh waktu untuk membersihkan kotoran ini.” tolakku
dibalik pintu.
“Aku tak peduli. Aku
tetap menunggu.” Katamu dengan keras kepala.
“Tamu gila!” kataku
dengan keras.
Saat aku memberikan
julukan kamu sebagai “Tamu Gila” tak ada omelan yang kudengar dari mulutmu.
“Apa perlu aku bantu
membersihkan kotoran dalam rumahmu?” tanyanya lagi dengan suara beratnya.
“Tak perlu. Pergilah.”
Suruhku.
“Tidak. Aku tetap
disini menunggu, sampai kau membersihkan kotoran dalam rumahmu.”
Tamu ini benar-benar
gila. Kali ini aku nyerah, dan aku membukakan pintu rumahku.
“Tunggu, jangan
melangkah. Kamu cukup di ambang pintu, jangan sesekali melangkah.” Kataku dengan
cepat.
“Kenapa?” tanyanya
heran.
“Kamu cukup melihat
kotoran yang ada dirumahku, tak perlu kamu membantu aku untuk membersihkan,
karena ini adalah bagian dari tanggung jawabku untuk menyelesaikannya.”
“Baik. Aku hargai
usahamu. Selamat bekerja membersihkan kotoran rumahmu ya.”
“Terima kasih.
Biarlah rumah ini kembali bersih sehingga kamu dapat masuk kembali dalam
rumahku yang nyaman ini.”
Kamu tersenyum
melihat aku membersihkan kotoran yang ada dalam rumahku, aku lihat bahwa kamu
ingin sekali membantu aku ketika ada benda yang jatuh dan hampir mengenai
kepalaku. Tenang, aku mampu menahan benda itu.
Entah berapa lama
kamu mampu bertahan menunggu aku membersihkan kotoran dalam rumahku.
-Regina Krisna Santi-


05.58
reginacintem

3 komentar:
Apakah ini sebuah kode..??
Apakah ini sebuah kode..??
Ndak tau haha
Posting Komentar