Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Senin, 23 Maret 2015

Menuju Deadline!

Mampukah?


Hei kali ini gue mau cerita tentang deadline yang gue rasakan. Gue rasa kalian semua pasti pernah merasakan yang namanya 'dikejar-kejar deadline'. Pasti kalian tau gimana rasanya? GAK ENAK! Jelas!

Dalam renungan batin gue hanya ada kata 'mampukah?'. Ya, kira-kira gue mampu gak ya melewati masa-masa tersulit ini. Cerita gue berhubungan dengan deadline skripsi. 

Jadi pada tanggal 11 Maret 2015, gue asyik bimbingan skripsi sama DPS (Dosen Pembimbing Skripsi). Setelah DPS melihat hasil kerjaan gue BAB 4, beliau menghela nafas, disana rasa jantung gue mau copot. "Ini masih ada yang perlu diperbaiki. Coba kamu cari tau lagi berapa besar kecilnya sebuah data yang menjadi patokan data kamu ini." Gue cuma bilang "Baik, Pak." dan beliau tersenyum. Akhirnya gue memberanikan diri untuk menanyakan suatu hal yang selama ini ingin gue tanyakan, dengan kesiapan hati akhirnya gue menanyakan "Pak, kalau dilihat progress saya seperti ini, kira-kira saya bisa daftar bulan ini tidak ya?" Bapaknya hanya tersenyum, lalu menghela nafas lagi. "Kalau kamu mau lebih kerja keras, saya rasa bisa. Jumat datang ke saya lagi, selesaikan ini dengan baik. Oh iya, saya akan ke singapur akhir bulan. Jadi, saya sarankan segera." dari pertanyaan itu, rasanya gue ingin nangis. 

Hari kamis (12/3)gue udah siap dengan segala revisi. Malam itu gue whatsapp DPS "Malam Pak, besok saya bisa ketemu Bapak jam berapa ya?" dalam waktu kira-kira sepuluh menit beliau membalas "Maaf, ternyata besok saya ada trainning. Jadi hari senin saja ya, pukul 8 pagi. Thanks." Setelah membaca whatsapp dari beliau, gue sedih. Kenapa? Kalau mundur satu hari aja rasanya sia-sia waktu gue. Di Fakultas gue maksimal daftar sidang setiap tanggal 23 setiap bulannya, untuk ujian bulan berikutnya. Misal daftar bulan Maret, sidang bulan April. Gue banyak-banyak berdoa dan berusaha, cuma itu yang bisa gue lakukan.

Akhirnya gue punya inisiatif sendiri untuk buat abstrak, intisari, halaman-halaman pertama, sampai lampiran. Hari jumat (13/3) gue ngeliburin diri, dan mulai hari sabtu (14/3) dari jam 2 siang - 8 malam gue, tatapan gue hanya di layar laptop. Ngutak-atik apa yang masih kurang. Minggu (15/3) gue sakit, gue bener-bener sakit, panas, demam, radang gue kumat, flu. Asli gue rasanya pengen marah sama diri gue sendiri "Kenapa disaat seperti ini gue malah sakit." Tapi gue sadar, kalau gue kecewa sama diri gue sendiri, gak akan ada habisnya. Jadi gue istirahat, dan malamnya gue nyelesein lagi. 

Senin (16/3) gue ketemu sama beliau, dan mau tahu hasilnya gimana? Tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan. Dosen gue, masih pengen gue untuk revisi bagian pembahasan. Gue rasanya mau nangis, sia-sia. Gue kembali jatuh sakit, demam gue semakin menjadi-jadi. 
Malam itu, gue cuma bisa ikhlas, pasrah. Terserah Tuhan mau kasih rencana bagaimana. Gue gak bisa apa-apa, gue cuma manusia lemah, yang cuma bisa berusaha sebisa gue. Walaupun gue sakit, malamnya gue masih ngerjain perbaikan.

Selasa (17/3) gue ngedekem di kamar seharian, benerin pembahasan gue. Oh ya kalian perlu tahu gue benarin pembahasan udah hampir empat kali. Gue bosen sebenarnya. 

Rabu (18/3) gue ketemu beliau lagi, dan kali ini beliau raut wajahnya tidak mendukung. "Saya mengantuk, dan lelah" akunya. Saat bimbingan gue cuma bisa berdoa "Tuhan semoga ketika membaca revisian saya, beliau tersenyum dan bahagia." Saat gue maju dan menunjukkan hasil revisian beliau membaca dengan saksama.
"Jumat, ketemu saya. Bawa semuanya. Saya ingin melihat hasil finalnya. Semoga tidak ada revisi." kata Beliau sambil tersenyum. Disini gue benar-benar pengen nangis dan meluk Mama Bapak gue. 

Malam itu, gue malah demam lagi. Gue cuma bisa pasrah dengan deadline yang ada, dan dengan keterbatasan kesehatan gue. 

Kamis (19/3) sebelum gue ketemu sama Mega, gak tau kenapa gue jam 7 pagi udah bangun, dan gue ngerjain intisari dan beberapa hal yang belum selesai. Dari jam 7 pagi - 1 siang gue ngerjain. Terus jam 2 gue ketemu sama Mega untuk minta di ajarin buat halaman, dan nyatuin kaver, halaman pertama sampai lampiran. Mega bilang "Pakai manual aja." Oke gue edit semuanya, gue ngerjain ini dari jam 2 siang sampai jam 8 malam. Puji Tuhan selesai. Malam itu juga gue langsung ngeprint semuanya.

Jumat (20/3) gue bercermin di depan kaca kamar gue, dan gue ngomong sendiri "Tenang Regina, ini adalah hari baikmu. Semua akan indah pada waktuNya. Tuhan pasti akan memberikan rencana yang baik untuk dirimu, dan Tuhan tahu apa yang kamu butuhkan saat ini. Tuhan tidak akan pernah terlambat memberi. Percayalah." setelah itu gue tersenyum. Gue pun sudah mengikhlaskan apapun yang terjadi hari ini, mau baik ataupun buruk sekalipun.

Dengan penuh percaya diri gue menghadap ke dosen pembimbing, "Gimana Mbak, sudah semua?" gue tersenyum dan menjawab "Sudah Pak." lalu beliau melihat semuanya dari awal sampai akhir, ketika beliau berhenti di pembahasan hati gue gak karuan pokoknya. Lalu beliau bertanya "Suratnya mana Mbak?" gue yang saat itu ditanya, kaget. "Surat apa Pak?" Beliau menjawab "Surat Pernyataan bahwa ingin ujian. Saya mau tandatanganin. Bawa kan?" Gue kaget, speechless. Saat gue mau ambil surat itu tangan gue gemetaran "Ini Pak." lalu Bapaknya tandatangan, dan mentandatangani skripsi gue juga. 'Tuhan terima kasih banyak atas kuasaMu yang sungguh besar.' rasa syukur gue saat itu juga dalam hati. "Terserah mbak mau daftar kapan, yang penting saya sudah tandatangain ini semua. Sukses ya Mbak. Satu pesan saya, saat sidang nanti jangan cemas ya, malu sama judul skripsi. hahaha" tawa beliau saat gue mau merapikan semua berkas. Gue keluar ruangan kantor beliau dengan penuh rasa syukur.

Gak ada habis-habisnya gue bersyukur. 
Gue adalah manusia yang amat sangat bersyukur punya Tuhan Yesus, orangtua, dan keluarga, serta teman-teman yang ngedukung gue selama ini. 

Gue sadar ini baru permulaan, masih ada sidang, revisi, dan yudisium. Ini belum berakhir, tetapi gue gak mau lepas dari namanya bersyukur. 

Tunggu cerita gue "Menuju Meja Hijau" ya. :)


Manusia yang mampu menaklukan deadline.

-dealiners-

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer