Choose your Language :

English French German Spain Italian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG DI WEBLOG AKU....SILAKAN BACA DAN TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN YA...............

Selasa, 10 Maret 2015

Jogja Istimewa

Yogyakarta

Gue bingung mau mulai dari mana ketika menulis judul “Yogyakarta”, yang jelas gue mau cerita. Cerita tentang hidup gue selama lima tahun tinggal di Jogja.
Pertama-tama gue sama sekali engga menyangka akan tinggal dan kuliah di Jogja, sama sekali gak ada dalam pikiran gue dari SD – SMA kelas 2, bahkan gue engga pernah mau jauh  dari orangtua gue, hahaha biasa anak paling bungsu. Gue baru ke pikiran untuk kuliah di Jogja ketika gue di hadapkan pada tiga pilihan Universitas. Oh ya, lima tahun lalu gue pernah nyoba daftar di 3 Universitas Swasta (Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Sanata Dharma), dan alhasil ketiga-tiganya keterima. Gue gak nyangka juga akan ke terima di tiga Universitas. Jujur gue itu otaknya pas-pasan, dan bukan tergolong dalam murid pinter di sekolah gue. Oke, waktu itu gue adalah manusia galau segalau-galaunya. Gue pikir urusan cinta aja yang bikin galau, ternyata lanjutan studi pun bikin galau. Gue bawa dalam doa ketika memutuskan pilihan, akhirnya gue pilih Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. “KENAPA?” seperti itu lah pertanyaan yang muncul dari temen-temen gue. “Mau bebas ya?” Gue cuma ketawa ketika teman-teman gue mempunyai persepsi masing-masing tentang pilihan gue. Jujur, persepsi mereka benar “Ya, gue ingin mencari kebebasan yang positif!” Sesungguhnya kebebasan yang positif adalah gue ingin belajar mandiri, ingin mencari jati diri, ingin tahu hidup dalam dunia nyata, gue engga mau melulu hidup dengan teman yang itu-itu aja, gue ingin punya banyak teman, mengenal budaya lain, gue ingin berubah jadi orang yang lebih baik lagi, gue ingin bebas mengeksplor diri gue dalam hal positif. Itu yang gue cari!
Semua yang gue cari dan harapkan, gue dapatkan! Orangtua gue sendiri yang bilang kalau gue itu beda, beda banget dari gue yang sebelum kuliah. “Anak Bapak sama Mama udah jadi gadis yang dewasa, bukan hanya usia yang mendewasakan kamu, pemikiran pun mendewasakan pribadi kamu.” Begitu kata Mama sama Bapak gue. Gue percaya apa yang dikatakan orangtua gue, karena beliau lah yang tahu gue dari bayi. Gue pun menyadari akan perubahan yang dikatakan oleh orangtua gue.
Tepat tanggal 27 Juni 2015 nanti, gue lima tahun tinggal di Jogja. Hmmm… Jogja tuh banyak cerita banget, tentang hidup gue tinggal di Asrama, tentang temen-temen gue di Fakultas,  tentang kisah cinta gue #halah.  Gue sangat bersyukur atas keputusan yang gue pilih. Setidaknya gue engga salah dalam memilih keputusan.
Di Jogja gue ketemu mereka; Asrama (keluarga kecil gue), Kepompong (delapan sekawan gue), Sekilas Cinta (Penabur Kenangan). Lain waktu gue akan cerita satu per satu, di mulai dari Asrama, Kepompong, dan Sekilas Cinta gue.
Pokoknya, Jogja itu penuh dengan kenangan yang gak bisa gue lupakan. Sayang untuk dilupakan karena mendapatkan setiap moment yang sangat berkesan itu sulit. Gue percaya kalau “Jogja Istimewa”.
Terima kasih untuk mereka yang telah membuat hari-hari gue wajib untuk mengucapkan rasa syukur karena ada kalian. Secara gak langsung mereka lah yang membuat gue seperti sekarang ini. Terima kasih.
Buat yang baca postingan edisi “Yogyakarta” dan adik-adik yang baru mau pilih tempat kuliah, gue saranin doa dulu sebelum memilih keputusan, gak perlu ikut kata temen, emang yang ngatur hidup kamu adalah teman? Bukan, toh. Yang menentukan masa depanmu adalah kamu sendiri. Jadi yakinkan diri kamu, Satu hal lagi, ketika kamu sudah memilih selesaikan.
“Kalau jauh dari orangtua pasti kangen dong?”, JELAS! Gue pernah ngerasain kangen sama orangtua, dan itu wajar. Nangis kangen sama orangtua, wajar. Apalagi waktu pertama kali gue pergi ke Jogja, ya ada kali seminggu gue sedih banget. Tapi gue sadar, itu pilihan gue, dan harus gue selesaikan. Gue buang rasa sedih dan gue raih mimpi gue.
Jujur ya, kalau gue engga milih jauh dari orangtua gue pasti jadi anak bungsu yang amat sangat manja, dan gue sama sekali gak berkembang, engga kenal budaya orang lain. Kalau emang ingin kuliah  jauh dari orangtua, yakinin orangtua kalau kamu akan jadi manusia yang berkembang. Sekali orangtua udah kasih kepercayaan sama kamu, tolong di jaga! Itu kunci kalau emang kamu mau dipercaya sama orangtua, jangan pernah kecewain orangtua dengan tindakan bodoh yang kalian lakukan. Pinter-pinter bergaul, bergaul dengan orang-orang yang tepat, kuatkan iman, dan jaga hati.

Oke, cukup sekian kisah gue. Terima kasih sudah membaca ya. J


Kalau mau sharing boleh kok mention ke @reginacintem 

2 komentar:

b m mengatakan...

Hai kak! Makasih atas sharingnya.. Aku mau nanya seputar asrama syantikara, boleh ga?

reginacintem mengatakan...

Hai, maaf baru balas. Boleh silakan dengan senang hati.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by 12ndhamster | Bloggerized by Bagaspatinizer - Bagaspatizen | Grants for Bagaspatinizer